KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Dukungan masyarakat terhadap pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025, Prof. Saparudin Masyarif (Udin) dan Dessy Ayutrisna (Cece Dessy), terus mengalir. Kali ini datang dari kelompok emak-emak yang merasakan langsung dampak kondisi ekonomi yang kian menantang.
Bagi mereka, kehadiran Cece Dessy dalam kontestasi Pilkada Ulang Pangkalpinang bukan sekadar simbol keterwakilan perempuan. Ia adalah harapan nyata—sosok perempuan yang dinilai memahami permasalahan sehari-hari para ibu rumah tangga: mulai dari harga kebutuhan pokok, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga perjuangan menghidupi UMKM dari dapur rumah sendiri.
“Saya kenal betul Cece Dessy, orangnya ramah, tidak sombong. Memang asli warga Pangkal Balam. Bahkan satu sekolah dasar dengan adik saya di SD Paulus 2. Dia itu pribadi yang baik, merakyat, dan sangat cocok menjadi pemimpin yang bisa memahami rakyat kecil,” ungkap Ibu Aching, salah satu pelaku UMKM kuliner khas lele bumbu kuning.
Ibu Aching mengaku, selama ini pelaku usaha mikro seperti dirinya membutuhkan sosok pemimpin yang bukan hanya hadir saat kampanye, tapi benar-benar punya kepekaan terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat. “Cece Dessy itu beda. Kami percaya dia tahu betul rasanya belanja di pasar, cari cara agar dapur tetap ngebul. Itu yang membuat kami yakin mendukung beliau bersama Prof. Udin,” tambahnya.
Kelompok emak-emak dari berbagai kelurahan di Pangkalpinang pun menyatukan suara. Mereka ingin perubahan yang lebih nyata. Bagi mereka, pasangan Udin-Dessy adalah representasi kolaborasi intelektualitas dan empati.
“Kalau Udin adalah akademisi dan pemikir, maka Dessy adalah jembatan hati. Mereka saling melengkapi. Ini saatnya Pangkalpinang dipimpin oleh kombinasi pemimpin yang pintar dan peduli,” kata seorang ibu lainnya dalam pertemuan terbatas di kawasan Girimaya.
Dengan semangat kebersamaan, emak-emak ini bersiap menjadi relawan militan yang mengedukasi warga lainnya untuk memilih dengan hati dan nurani.
“Kami ingin pemimpin yang bisa duduk bersama kami, bukan yang hanya bicara dari podium. Cece Dessy mewakili suara kami—ibu-ibu Pangkalpinang,” tutup Aching tegas.
(kbrina.com | Ryo Esha)
