Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

Gubernur Babel Hidayat Arsani Teken MoU dengan PTA untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

IMG-20250912-WA0009

KBRINA.COM, BANGKA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mencegah kekerasan dan perundungan terhadap perempuan serta anak. Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA), Kamis (11/9/2025), di Ruang Pertemuan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat.

“Hari ini kita sepakat bahwa pemerintah harus hadir dan bertanggung jawab. MoU ini akan dijalankan sesuai aturan untuk kepentingan anak bangsa,” ujar Hidayat.

Menurutnya, kesepahaman dengan PTA bukan sekadar formalitas, melainkan strategi penting untuk menekan dampak perceraian. Tujuannya agar perceraian tidak melahirkan kelompok miskin baru, anak tetap bersekolah, hak perempuan dan anak tetap terjamin, serta angka pernikahan dini bisa ditekan di Babel.

“Persoalan perempuan dan anak adalah isu aktual dan mendesak. Perlindungan mereka menyangkut nilai luhur kehidupan manusia, etika, dan keadilan,” tegasnya.

Hidayat juga menyinggung maraknya kasus perundungan anak. Ia menyatakan penolakannya secara tegas dan mendorong solusi holistik yang melibatkan peran ulama, penguatan moral, hingga perbaikan faktor ekonomi dan kesehatan. “Kalau masyarakat makmur dan bersyukur, insya Allah Babel bisa jadi yang terbaik,” tambahnya.

Dirjen Peradilan Agama MA RI, Muchlis, turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Babel dan Rektor IAIN atas kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengadilan agama sebagai lembaga yang menangani perkara umat Islam akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah demi memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi masyarakat.

“Dengan adanya MoU ini, masyarakat yang berhadapan dengan putusan pengadilan agama akan lebih terlindungi, sekaligus mempercepat penyelesaian masalah hukum di daerah,” jelas Muchlis.

Di akhir acara, Gubernur Hidayat kembali mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, hingga masyarakat luas untuk bersinergi menjaga perlindungan perempuan dan anak. “Mari jalankan kesepahaman ini secara konsisten agar Babel semakin bermutu dan berkualitas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *