“Pergi ke sawah di pagi hari,
Tak lupa membawa benih harapan.
Ketika perempuan berani bersuara,
Masa depan pun disemai dengan keyakinan”
Kbrina.com, Pangkalanbaru, Bangka Tengah —
Perempuan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bangka Tengah menegaskan jati dirinya sebagai ruang bersama yang inklusif, berdaya, dan berorientasi pada penguatan perempuan—bukan pada perbedaan pilihan.
“Perempuan HKTI adalah ruang bersama yang menjunjung kebersamaan, saling menghormati perbedaan, dan fokus pada pemberdayaan, bukan pada perbedaan pilihan,” tegas Ketua Perempuan HKTI Bangka Tengah, Adelia Saragih, S.H., S.E., saat Seminar Public Speaking di Grand Vella Hotel, Sabtu (20/12/2025).
![]()
Penegasan itu menjadi benang merah kegiatan bertema “Pentingnya Keterampilan Public Speaking bagi Ibu Rumah Tangga di Era Modern”, yang diikuti pengurus HKTI lintas tingkat, narasumber, serta peserta dari beragam latar belakang.
Seminar ini bukan sekadar pelatihan teknik berbicara, melainkan ruang aman untuk bertumbuh—tempat perempuan belajar percaya diri, berani bersuara, dan mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
Adelia menekankan, perempuan hari ini tidak lagi berdiri di balik layar. Mereka adalah pendidik pertama dalam keluarga, penggerak ekonomi rumah tangga, agen perubahan sosial, bahkan pemimpin di lingkungannya.
Karena itu, suara perempuan perlu diasah agar hadir bukan hanya terdengar, tetapi juga diperhitungkan.
![]()
“Perempuan tidak cukup hanya kuat dalam peran, tetapi juga harus kuat dalam suara. Ketika perempuan mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri, ia sedang memperjuangkan kepentingan keluarga, masyarakat, dan masa depan,” ujarnya.
Ia menyebut potensi perempuan Bangka Tengah sangat besar, namun membutuhkan proses: dilatih, diarahkan, dan dikuatkan keberaniannya.
Melalui kegiatan ini, Perempuan HKTI Bangka Tengah berupaya menyiapkan perempuan agar mampu tampil tanpa kehilangan jati diri sebagai ibu dan penggerak keluarga.
Adelia juga mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, seraya berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang seminar, tetapi hidup dalam keseharian—di rumah, komunitas, hingga organisasi.
![]()
Ke depan, Perempuan HKTI Bangka Tengah ditargetkan terus menjadi rumah besar yang inklusif, tempat belajar dan saling menguatkan, serta melahirkan perempuan-perempuan mandiri, percaya diri, dan berdaya.
Di ruang pertemuan Grand Vella Hotel hari itu, suara perempuan tidak sedang diperdebatkan. Ia sedang dirawat, dilatih, dan diarahkan—agar tumbuh menjadi kekuatan perubahan yang tenang, cerdas, dan berkelanjutan.
(Brama Kumbara)
