PSI Rayakan HUT ke-11 di Babel: Politik yang Dekat, Riang, dan Membumi.

IMG-20251123-WA0078
IMG-20251123-WA0124
IMG-20251123-WA0125

kbrina.com, Pangkalpinang– Perayaan HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan satu hal sederhana: politik bisa terasa hangat, meriah, dan dekat dengan warga, tanpa perlu baju formal dan jargon berlapis-lapis.

Sejak pagi, kawasan Swiss-Belhotel Pangkalpinang sudah hidup lebih cepat dari biasanya. Ribuan warga datang untuk berolahraga, bercengkerama, dan menikmati suguhan kegiatan yang diracik PSI sebagai pesta rakyat, Minggu (23/11/2025).

Senam bedincak membuka acara dengan energi yang menular, diikuti layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang membuat antrean tampak seperti sesi check-up massal penuh senyum.

Setelah tubuh cukup dipanaskan, rombongan peserta bergerak ke Alun-alun Taman Merdeka untuk mengikuti jalan santai—agenda utama yang mengikat seluruh rangkaian perayaan.

Di tengah keramaian, PSI juga menyelipkan pesan lingkungan lewat pembagian 200 bibit tanaman kepada masyarakat. Gerak kecil, tapi diarahkan sebagai simbol keseriusan mereka mendorong gerakan hijau yang tidak berhenti di ucapan.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, hadir langsung dan membawa nada optimisme dalam sambutannya. Perayaan ini bertepatan dengan HUT ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, momen yang disebutnya cocok untuk menengok perjalanan PSI selama 11 tahun.

“PSI konsisten ingin eksis dan berkontribusi di kalangan rakyat. Kami berkembang positif dan menargetkan penambahan jumlah kursi dari DPRD sampai DPR RI di tahun 2025,” katanya.

Ia menekankan bahwa PSI tidak ingin berhenti sebagai partai politik yang hanya muncul saat pemilu, tetapi sebagai gerakan yang hidup di tengah warga.

Senada dengan itu, Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyebut seluruh rangkaian acara HUT tahun ini memang dirancang agar terasa manfaatnya.

“Perayaannya kami adaptasikan dengan karakteristik setiap wilayah. Kami melibatkan pelaku UMKM, menyediakan fasilitas kesehatan, dan memastikan acara ini memberi manfaat konkret,” ujarnya. Ia juga memberi isyarat halus soal kehadiran tokoh nasional baru dalam tubuh PSI—sosok berinisial “J”—yang disebutnya akan menjadi vitamin politik bagi partai.

Grace menambahkan, sinergi PSI dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar agenda-agenda kerakyatan dapat terus berkelanjutan.

Dari panggung Babel, Ketua DPW PSI Arbi Leo menambahkan nuansa yang lebih membumi. Baginya, HUT ke-11 bukanlah seremoni partai yang kaku. “Kami ingin warga merasakan kegembiraan yang berbeda. Ini bukan acara resmi semata, melainkan hiburan yang ramai dan akrab dengan masyarakat,” ujarnya.

Di Alun-alun Taman Merdeka, suasananya memang menyerupai festival. Peserta menikmati hiburan panggung, mencicipi kuliner UMKM yang bisa didapat hanya dengan menukarkan kupon, dan merayakan kebersamaan tanpa jarak. Pada akhirnya, HUT kali ini bukan hanya tentang PSI berulang tahun, tetapi tentang bagaimana sebuah partai berusaha hadir sebagai bagian dari denyut hidup warganya.

(red/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *