Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

Silaturahmi IKPM Gontor Babel, Prof. Husnan dan Prof. Udin Serukan Kepemimpinan Amanah untuk Pangkalpinang

Oplus_131072

Kbrina.com, Pangkalpinang — Nuansa kekeluargaan dan semangat persatuan terasa hangat menyelimuti acara silaturahmi Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Bangka Belitung yang digelar Selasa malam, 8 Juli 2025. Bertempat di Pondok Pesantren Darul Abror, Kecamatan Kace, acara ini menjadi momentum reuni penuh makna bagi para alumni dan tokoh Gontor di Tanah Laskar Pelangi.

Turut hadir dalam acara ini Prof.Saparuddin, calon Wali Kota Pangkalpinang yang juga alumnus Universitas Islam Darussalam (UNIDA) Gontor. Ia mendapat sambutan hangat dari para alumni dan tokoh masyarakat sebagai figur yang dikenal berintegritas dan dekat dengan akar pesantren.

Namun yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Prof. Dr. Husnan Bay Fanani, M.A., cucu dari salah satu Trimurti pendiri Pondok Modern Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Saat ini, Prof. Husnan menjabat sebagai anggota Badan Wakaf Gontor dan Ketua Panitia Nasional 100 Tahun Gontor. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar RI untuk Azerbaijan.

Kunjungan Prof. Husnan ke Bangka memiliki tujuan pribadi, yakni menghadiri pernikahan keluarga pimpinan Pondok Darul Abror, Ustadz Sofyan Abu Yamin, sahabat lamanya saat menimba ilmu di Gontor. Namun pertemuan bersama para alumni berubah menjadi ruang diskusi inspiratif yang sarat nilai perjuangan dan visi kebangsaan.

Oplus_131072

Dalam sesi ramah tamah, Prof. Husnan menyampaikan pesan mendalam kepada Prof. Udin dan pasangannya, Ibu Dessy, yang akan maju dalam Pilkada Pangkalpinang 2025. Ia menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat dengan sikap rendah hati dan semangat pengabdian.

“Pemimpin itu harus hadir, mendengarkan rakyatnya, dan menjaga kesederhanaan. Amanah dari rakyat adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dengan segenap jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Husnan mengangkat potensi Pangkalpinang sebagai kota yang bisa tumbuh melebihi negara-negara maju di kawasan Asia.

“Singapura bisa maju tanpa sumber daya alam. Sementara Pangkalpinang punya timah dan kekayaan mineral. Jika dikelola dengan amanah dan visi yang jelas, bukan tidak mungkin kota ini melesat menjadi pusat kemajuan regional,” tambahnya, seperti disampaikan kembali oleh Imam Wahyudi, Ketua Tim Pemenangan Prof. Udin–Cece Dessy.

Acara ditutup dengan doa bersama dan seruan untuk terus menjaga nilai-nilai Gontor: keikhlasan, perjuangan, dan kebersahajaan. Para alumni berharap, kontribusi tokoh-tokoh Gontor terus hadir dalam pembangunan daerah, membawa perubahan yang berakar pada nilai-nilai pesantren. (Esha/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *