“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan, Sekaligus Bawa Bangka Belitung Menuju Panggung Internasional

Kbrina.com, Jakarta – Teaser resmi film Suamiku Lukaku akhirnya dirilis. Namun, di balik potongan adegan yang emosional dan penuh luka, film ini menyimpan misi yang lebih besar: membawa wajah Kepulauan Bangka Belitung ke layar nasional bahkan internasional.

Film garapan rumah produksi SinemArt dan Tarantella Pictures itu mengangkat kisah seorang perempuan yang terjebak dalam rumah tangga penuh kekerasan, sebelum akhirnya memilih bangkit dan melawan.

Tema yang diusung begitu kuat, menyentuh isu kekerasan dalam rumah tangga yang selama ini kerap disembunyikan di balik pintu rumah.

Dibintangi Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, Ayu Azhari, hingga Mathias Muchus, Suamiku Lukaku bukan hanya menjual kekuatan cerita dan jajaran pemain papan atas. Film ini juga menjadikan Bangka Belitung sebagai panggung utama.

Sejumlah lokasi eksotis di Pulau Bangka dipilih sebagai tempat pengambilan gambar. Mulai dari kawasan pesisir dan kampung nelayan di Desa Kurau, Bangka Tengah, hingga bentang alam khas Bangka yang selama ini belum banyak tersentuh industri perfilman nasional.

Kawasan itu dipilih karena dinilai memiliki karakter visual yang kuat dan berbeda dibanding daerah lain di Indonesia.

Bagi Bangka Belitung, kehadiran film ini bukan sekadar lokasi syuting biasa. Suamiku Lukaku dipandang sebagai pintu promosi baru bagi sektor pariwisata.

Jika sebelumnya Belitung dikenal luas lewat film Laskar Pelangi, kini Bangka berpeluang mendapat sorotan serupa lewat film yang dijadwalkan tayang pada 27 Mei 2026 tersebut.

Panorama pantai, kampung nelayan, budaya masyarakat pesisir, hingga kuliner khas Babel akan muncul sebagai bagian dari alur cerita.

Dengan demikian, penonton tidak hanya disuguhi drama emosional, tetapi juga diperlihatkan keindahan Bangka Belitung yang layak menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Peluncuran teaser dan original soundtrack film yang dibawakan Kris Dayanti semakin memperkuat antusiasme publik.

Lagu Aku Bangkit yang menjadi soundtrack utama hadir sebagai simbol keberanian perempuan untuk keluar dari lingkaran kekerasan, sejalan dengan pesan besar yang dibawa film ini.

Kini, Suamiku Lukaku tak hanya dinantikan sebagai film drama penuh emosi. Lebih dari itu, film ini diharapkan menjadi medium yang memperkenalkan Bangka Belitung kepada dunia—bahwa Babel bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga layak menjadi lokasi perfilman bertaraf nasional dan internasional.

(Ryo Esha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *