Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

UPT dan Asosiasi Pedagang Kompak Dukung Program “Beberes Pasar” di Pasar Pagi Kampung Melayu

IMG-20251031-WA0205
IMG-20251031-WA0196
IMG_20251031_184302

KBRINA.COM, PANGKALPINANG — Semangat gotong royong menggema di Pasar Pagi Kampung Melayu, saat UPT Pasar Disperindag Kota Pangkalpinang bersama Asosiasi Pedagang Pasar Pagi berkolaborasi menggelar kegiatan Gotong Royong Bersama (Jumat Bersih) pada Jumat, 31 Oktober 2024, pukul 14.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Beberes Pasar”, yang merupakan implementasi dari 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin dan Dessy Ayutrisna. Program ini bertujuan memperindah sekaligus menata pasar-pasar tradisional agar lebih bersih, nyaman, dan tertib.

Menariknya, meski diguyur hujan deras, semangat kebersamaan tidak surut. Para petugas UPT Pasar, anggota Asosiasi Pedagang, serta Ormas PPM dan FKPPI tetap bahu membahu melaksanakan aksi “beberes pasar”. Sapu di tangan mereka seolah menjadi simbol keteguhan: hujan boleh deras, tapi semangat gotong royong lebih deras lagi.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula unsur Pemerintah Kota Pangkalpinang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta seluruh pedagang yang tergabung dalam asosiasi.

Kepala UPT Pasar Disperindag Kota Pangkalpinang, Firmansyah, menjelaskan bahwa Pasar Pagi Kampung Melayu menjadi lokasi pertama pelaksanaan program “Beberes Pasar” karena dianggap sebagai ikon aktivitas ekonomi rakyat di jantung kota.

“Pasar ini bukan hanya tempat transaksi, tapi juga wajah kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kebersihan pasar adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya petugas,” ujar Firmansyah.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Pagi, Fauzi Riza, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh pedagang untuk turun langsung dalam aksi gotong royong sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan pasar.

“Pedagang juga punya peran penting menjaga citra pasar. Kalau pasar bersih, pembeli senang, dagangan pun laku. Ini bukan cuma soal sapu dan sampah, tapi soal kebanggaan kita sebagai bagian dari wajah Pangkalpinang,” kata Fauzi.

Program “Beberes Pasar” ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan pedagang dalam menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih baik. Setelah Pasar Pagi Kampung Melayu, kegiatan serupa akan digelar di pasar-pasar lain di wilayah Kota Pangkalpinang.

Dari sapu dan serok di tangan para pedagang, lahir semangat besar: membangun pasar yang bersih, tertata, dan hidup — karena kota yang rapi selalu berawal dari pasar yang peduli.

(Brama Kumbara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *