Pangkalpinang, kbrina.com – Walikota Pangkalpinang bergerak cepat merespons laporan mengenai Banjir ROB (Air Pasang) yang melanda kawasan Kampung Opas, Kelurahan Gedung Nasional, Jalan Teratai Trem Seberang pada Minggu (7/12).
Didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang dan Lurah Gedung Nasional, kedatangan Walikota bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rumah warga yang tergenang, baik di gang maupun lorong, telah tercatat secara akurat oleh petugas di lapangan.
Banjir air pasang ini dipicu oleh kombinasi fase bulan purnama yang menyebabkan pasang air laut maksimum, diperparah oleh guyuran hujan deras di daerah tersebut.
![]()
“Sejak pagi, kami telah menerima informasi terkait naiknya air pasang yang merendam beberapa area pesisir. Saya sudah meninjau hampir seluruh kawasan. Memang, air pasang laut di periode ini sedang mencapai puncaknya. Biasanya air akan bertahan selama 4 hingga 5 jam sebelum surut. Kami berupaya melakukan penanganan terbaik sekaligus membantu kebutuhan dasar warga untuk beberapa hari ke depan,” jelas Walikota, Prof Udin.
Prof Udin juga memaparkan bahwa ketinggian air bervariasi. Di beberapa lokasi, genangan hanya mencapai setinggi betis, namun di titik terparah, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 70 sentimeter, atau sebatas lutut orang dewasa.
![]()
Warga setempat mengakui bahwa volume banjir rob kali ini terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian pada bulan-bulan sebelumnya. Area pesisir seperti Gedung Nasional, Trem Seberang, dan Kampung Senyum tercatat sebagai titik yang paling parah terdampak.
Menurut Prof Udin, fenomena banjir air pasang di pesisir Pangkalpinang merupakan kejadian yang berulang setiap tahun, khususnya saat terjadi fase pasang maksimum. Dalam beberapa hari terakhir, hampir seluruh wilayah pesisir di kota ini merasakan dampaknya.
“Ini adalah kejadian rutin tahunan, dan jumlah masyarakat yang terdampak cukup signifikan. Kami berharap pasang segera kembali normal. Prioritas utama kami saat ini adalah membantu masyarakat dan menjamin situasi tetap terkendali,” tutupnya.
