banner 728x250

banner 728x250

BPOM Pangkalpinang dan Asosiasi Pedagang Pasar Pagi Sidak Bahan Makanan Berbahaya.

Kbrina.com, Pangkalpinang -Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama Asosiasi Pedagang Pasar Pagi melaksanakan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) yang dilaksanakan di Pasar Pagi, Pangkalpinang
Rabu, (13/06/2024)

Penyalahgunaan bahan berbahaya yang digunakan pada makanan masih sering ditemukan beredar di pasar tradisional. Salah satunya Pasar Pagi Kampung Melayu Pangkalpinang.

” Fokus intervensi Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Asosiasi Pedagang Pasar Pagi tahun 2024 bertujuan mengendalikan peredaran bahan berbahaya yang digunakan pada bahan makanan,” ungkap Fauzi Riza, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Pagi

Kegiatan yang dilaksanakan BPOM selain merangkul asosiasi pasar juga melibatkan Uptd Pasar Pagi Kampung Melayu, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Pangkalpinang, serta komunitas pasar.

Salah satu tahapan program dengan melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan yang dijual pedagang di Pasar Pagi Kampung Melayu.

” Uji sampling dilakukan terhadap 50 sampel yang beredar seperti kerupuk, daging, ikan segar, ikan giling, ayam, tahu, mie kuning, bakso dan lain-lain,” ungkap Fauzi.

Ia menambah pengujian dilakukan dengan metode menggunakan uji cepat rhodamin B, methanil yellow, boraks dan formalin.

Dari hasil pengujian tidak ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya dengan parameter uji pewarna rhodamin B, methanil yellow, formalin dan boraks.

Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan gambaran peredaran bahan berbahaya di Pasar Pagi Kampung Melayu Pangkalpinang dalam kategori aman dari bahan berbahaya.

“Alhamdulillah dari hasil uji cepat sampel bahan makanan di pasar pagi tidak ditemukan bahan berbahaya yang digunakan pedagang, sehingga instansi terkait maupun komunitas pasar dapat melaksanakan pengendalian serta pengawasan pada Pasar Pagi Kampung Melayu Kota Pangkalpinang.” pungkas Fauzi saat di temui usai kegiatan.(Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *