Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7

Milad ke-20 Bank Sumsel Babel Syariah: Dari Tumpeng ke Tangan Marbot, Kepedulian yang Dipertegas

Kepala cabang Bank Sumsel Babel Syariah Pangkalpinang, Abang Setiady Wijaya memberikan cindera mata kepada Walikota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat Milad ke 20 Tahun Bank Sumsel Syariah, Jum'at (2/1/2026) Foto : ryo esha
IMG20260102102330
IMG_20260102_151212

Kbrina.com, Pangkalpinang — Usia dua dekade tidak dirayakan Bank Sumsel Babel Syariah dengan pesta gemerlap. Sebaliknya, Milad ke-20 justru dimaknai sebagai momentum menurunkan ego institusi dan menaikkan kepedulian sosial. Caranya sederhana tapi tepat sasaran: berbagi rezeki kepada para marbot masjid, sosok-sosok yang selama ini setia menjaga rumah ibadah, sering terlihat, tapi jarang disorot.

Sebanyak 180 marbot masjid se-Kota Pangkalpinang menerima bantuan beras dan sembako dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di Kantor Bank Sumsel Babel Syariah Cabang Pangkalpinang, Jumat (2/1/2026). Acara ini dirangkai dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai penanda resmi Milad ke-20 bank syariah milik daerah tersebut.

Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Syariah Pangkalpinang, Abang Setiady Wijaya, menegaskan bahwa peringatan milad kali ini sengaja diarahkan keluar gedung, menyentuh langsung masyarakat.

“Milad ke-20 kami jadikan momentum berbagi. Marbot masjid memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial, namun kerap luput dari perhatian. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa Bank Sumsel Babel Syariah tumbuh bersama masyarakat dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Abang Setiady.

Ia menekankan, bakti sosial ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari konsistensi nilai perbankan syariah yang mengedepankan kebermanfaatan dan keadilan sosial.

“Ukuran keberhasilan bank syariah bukan hanya angka di laporan keuangan, tetapi sejauh mana kehadirannya dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Makna Milad ke-20 semakin kuat dengan kehadiran Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang turun langsung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para marbot. Kehadiran orang nomor satu di Kota Beribu Senyuman ini menjadi penegas sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan syariah dalam urusan sosial kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menyampaikan apresiasi kepada Bank Sumsel Babel Syariah yang dinilainya konsisten menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari napas institusi.

“Marbot masjid bekerja dengan keikhlasan yang luar biasa. Mereka datang paling awal dan pulang paling akhir. Perannya besar, tapi sering tidak terlihat. Bantuan ini semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa rezeki tidak semata berbentuk materi. Kepedulian, menurutnya, justru menjadi pintu datangnya keberkahan.

“Rezeki itu bukan hanya uang. Ada kesehatan, ketenangan, dan kesempatan untuk berbagi. Ketika kita peduli, insyaallah rezeki akan dilipatgandakan,” tutur Prof. Saparudin.

Suasana haru terasa ketika salah seorang marbot, Herman (56), menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga.

“Kami para marbot jarang diperhatikan. Bantuan ini sangat membantu. Terima kasih kepada Pak Wali Kota dan Bank Sumsel Babel Syariah yang sudah peduli,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Di usia 20 tahun, Bank Sumsel Babel Syariah memilih jalan sunyi tapi bermakna: berbagi, bukan bermegah. Sebuah pesan yang lugas dan relevan—bahwa pertumbuhan lembaga keuangan tidak hanya diukur dari grafik dan laba, melainkan dari sejauh mana ia hadir, menyapa, dan memberi arti bagi masyarakat yang dilayaninya.

(Ryo esha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *