Kbrina.com, Pangkalpinang— Kejurprov Menembak Merah Putih Bangka Belitung 2025 yang digelar pada 6–7 Desember berakhir dengan dominasi mutlak Pangkalpinang. Kontingen tuan rumah menutup kompetisi dengan torehan 4 emas, 1 perak, dan 5 perunggu, memastikan posisi mereka di puncak klasemen sebagai juara umum.
Ketua panitia sekaligus Ketua Perbakin Pangkalpinang, Husny, mengapresiasi perjuangan atlet-atletnya yang tampil stabil sejak hari pertama.
“Selamat atas prestasi tim atlet menembak Pangkalpinang atas perolehan juara umum,” ungkapnya, Minggu (7/12/2025)
Puncak acara digelar pada 7 Desember 2025, sesaat setelah tim juri menyelesaikan penilaian gelombang menembak terakhir. Penyerahan piagam dan uang pembinaan berlangsung hangat, menjadi momen penghargaan bagi para atlet muda yang tampil tanpa gentar.
Di balik gemerlap prestasi itu, terdapat catatan penting tentang dinamika olahraga menembak di Babel. Cabang ini masih berjalan dengan dukungan seadanya, minim perhatian pemerintah, dan seringkali mengandalkan inisiatif pengurus serta semangat atlet sendiri. Ironisnya, justru dari keterbatasan itu lahir talenta-talenta yang kini menembus panggung nasional.
“Meskipun atlet kita banyak yang masih pelajar, tetapi prestasi mereka sudah sampai tingkat nasional. Atlet-atlet inilah yang nantinya akan terus kita bina hingga mereka mencapai puncak prestasinya,” kata Husny.
Ia menambahkan, olahraga menembak seharusnya mendapat tempat lebih layak dalam prioritas pembinaan daerah.
“Harapan kami ke depan, kejuaraan menembak dapat semakin digemari. Kami juga berharap pemerintah bisa mensupport penuh, baik event kejuaraan maupun atlet-atlet yang akan bertanding di tingkat nasional ataupun internasional. Mereka ini aset daerah yang membawa nama Bangka Belitung ke panggung yang lebih tinggi,” tegasnya.
Husny menutup dengan pesan sederhana namun mengena: “Tetap semangat, jangan kendor, terus berlatih untuk kejuaraan-kejuaraan yang lebih tinggi.”
Kemenangan Pangkalpinang bukan sekadar deretan medali, tetapi bukti bahwa ketekunan mampu mengalahkan keterbatasan. Dengan dukungan yang lebih kuat, prestasi para penembak muda ini bisa melesat lebih jauh—melampaui batas provinsi, menuju panggung nasional dan internasional.
(Ryo Esha)
